Beberapa hari ini makan siang bareng temen-temen kantor, jadi teringat lagi masa-masa itu. Masa-masa waktu makan bareng di ruang makan yang (relatif) kecil dan gelap, keluar makan di Warung Kecil, maupun ngantri makan di ruang belakang karena jumlah yang mau makan tidak berbanding lurus dengan tempat yang tersedia.
Tag Archives: pengalaman
Bandung Day #2: Get Lost?
Sebelumnya, waktu mau berangkat, sudah ada yang pesen: “Kalau di Bandung nanti, mending jangan tanya arah sama orang Bandung, deh. Daripada nanti malah tambah kesasar.” Semalam, waktu makan malam bareng temen-temen, ada yang cerita:
Bandung Day #1: Lontong Kari
Beberapa Fun Facts setelah tiba di Bandung untuk pertama kali, sejak terakhir kali mengunjunginya sewaktu mmm… SD mungkin (lupa persisnya kapan :P). Sarapan pertama yang disantap: Lontong Kari. Seperti lontong opor, hanya kuahnya seperti kuah kari. Dan ‘kari’-nya ya cuma kuahnya itu. Tidak ada (Kari) Ayam atau (Kari) Sapi-nya. 😮 Harga makanan rata-rata sedikit lebihContinue reading “Bandung Day #1: Lontong Kari”
Dari JogLoSemar ke JogLongSemar?
Sebelumnya, dalam sebuah perjalanan di Prameks: T: “Solonya turun mana, Mas?” J: “Stasiun Balapan.” T: “Ngasta teng pundi?” (kerja di mana?) J: “Oh, kalau kantor ada di daerah X.” T: “Ooo, asli Jogja ya, Mas?” J: “Kalau aslinya malah Semarang.” (sambil tersenyum) T: “Lho, lha terus … ?”
Con te partirò
Con te partirò. Paesi che non ho mai veduto e vissuto con te, adesso sì li vivrò. Con te partirò su navi per mari che, io lo so, no, no, non esistono più, con te io li vivrò.
Kerja Kantoran Itu …
… kalau datang tepat waktu, memang sudah seharusnya. Kalau kepagian, ya paling cuma disapa sama satpam atau petugas cleaning service. Tapi kalau datang telat (apalagi sering), siap-siap terima sanksi. Baik berupa teguran, SP, atau sampai maksimal potong gaji. Kalau pulangnya tepat waktu, paling cuma disindir, “Wah, sukanya tango, ya?” Kalau pulang telat (tanpa dihitung lembur)Continue reading “Kerja Kantoran Itu …”
Mengeluh – Sebuah Perenungan
Dua masalah utama saat ini: malas dan mengeluh. Yang terakhir dulu. Yang pertama dibahas lain waktu. Mengeluh itu mudah sekali dilakukan. Apa saja bisa jadi untuk dikeluhkan. Contohnya, ketika musim panas tiba, dan hujan tak kunjung datang, dengan mudah akan berkata: “Kok gak hujan-hujan, ya? Panas banget sih, ini!” Dan sebaliknya, ketika musim hujan datang,Continue reading “Mengeluh – Sebuah Perenungan”