Ketika Bukan Bila

Dapat ini pertama kali dari seorang teman di grup WhatsApp.

~KETIKA…
Aku ingin hidup KAYA…
Aku lupa, bahwa hidup itu sendiri adalah sebuah KEKAYAAN.

~KETIKA…
Aku takut MEMBERI…
Aku lupa, bahwa SEMUA yang aku miliki juga adalah PEMBERIAN.

~KETIKA…
Aku takut RUGI…
Aku lupa, bahwa HIDUPKU…
Adalah sebuah KEBERUNTUNGAN, karena AnugerahNYA.

 

Ternyata hidup ini sangat indah… ketika kita selalu BERSYUKUR kepadaNYA.

 

~BUKAN…
Karena hari ini INDAH aku BAHAGIA…
Tetapi aku BAHAGIA… maka hari ini menjadi INDAH.

~BUKAN…
Karena tak ada RINTANGAN aku menjadi OPTIMIS…
Tetapi karena aku OPTIMIS… RINTANGAN akan menjadi tak terasa.

~BUKAN…
Karena MUDAH aku YAKIN BISA…
Tetapi karena aku YAKIN BISA… semuanya menjadi MUDAH.

~BUKAN…
Karena semua BAIK aku TERSENYUM…
Tetapi karena aku TERSENYUM maka semua menjadi BAIK.

 

Tak ada hari yang MENYULITKAN aku,
kecuali aku SENDIRI yang membuat SULIT.

 

~BILA…
Aku tidak dapat menjadi jalan besar…
cukuplah menjadi jalan setapak yang dapat dilalui orang.

~BILA…
Aku tidak dapat menjadi matahari…
cukuplah menjadi lilin yang dapat menerangi sekitarku.

~BILA…
Aku tidak dapat berbuat sesuatu untuk orang lain,
cukuplah aku selalu berdoa untuknya.

***

Mencoba googling dan mendapati beberapa sumber berikut:

Published by Eric Gunawan

Happiness Engineer. WordPress Ambassador. Remote Worker. Soccer News Follower. Movie Lover. Proud Father. Lucky Husband.

One thought on “Ketika Bukan Bila

  1. Pingback: Perspektif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: