Pohon di Tepi Air

Sudah seharusnya mengandalkan Tuhan. Jangan mengandalkan kekuatan sendiri ataupun sesama manusia.

Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, … daunnya tetap hijau, …

Yeremia 17:8

The Well-Watered Life

Tetapi kadang rasa iri itu masih ada. Melihat yang lain tidak dekat dengan Tuhan, bahkan mungkin tidak mengenal-Nya, tapi bisa (terlihat) hijau. Sukses dalam hidup mereka.

Sementara diri sendiri membantingi tulang dan memerah keringat, rasanya masih tidak cukup dan penderitaan tiada akhir.

Tapi penutupnya sungguh menyegarkan dan melegakan:

God will ultimately make all things right. Trusting that He will turn our pain to gain and use suffering to mature us empowers us to become fruit-bearers in a dry and thirsty land.

Ya, ajar untuk percaya, Tuhan!

Published by Eric Gunawan

Happiness Engineer. WordPress Ambassador. Remote Worker. Soccer News Follower. Movie Lover. Proud Father. Lucky Husband.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: