Kisah 4 Lilin

Pertama kali dengar sewaktu kotbah dari Pdt. Shirley Dewi Indrawati di GKI Ngupasan, Sabtu 1 Januari 2011 pukul 17.30. Berusaha mencari di Google, ternyata sudah tersebar banyak, dengan beberapa versi yang berbeda. Bahkan ada pula yang mem-posting di Kaskus. Bagi mereka yang belum pernah baca, atau nyasar sampai di sini, silakan menikmati cerita berikut ini.

***

Alkisah, ada 4 buah LILIN yang menyala. Sedikit demi sedikit lilin-lilin itu habis meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan antar mereka.

Lilin yang pertama berkata, “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku. Maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang Lilin pun padam.

Yang kedua berkata, “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: “Aku adalah Cinta.” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.” “Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga…

Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata,

“Ekh… apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”

Lalu ia menangis tersedu-sedu.

Empat Lilin

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata,

“Jangan takut. Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya.”

“Aku adalah HARAPAN.”

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN. Harapan yang ada dalam hati kita. Dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat seperti anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!

***

Beberapa kisah serupa:

Published by Eric Gunawan

Happiness Engineer. WordPress Ambassador. Remote Worker. Soccer News Follower. Movie Lover. Proud Father. Lucky Husband.

10 thoughts on “Kisah 4 Lilin

  1. puji Tuhan… sangat menginspirasi… harapanlah yang masih membuat saya mampu bertahan menghadapi pergumulan hidup hingga detik ini… Tuhan memberkati kita.

  2. Thank you postingan’a .. Sy berharap akan banyak lagi cerita² seperti ini.
    Jangan berhenti posting dong pak
    °◦:D:D:D◦°Нiнiнiнi°◦:D:D:D◦°
    God bless you continuously.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: