Telat Tapi Jadi Lebih Dekat

Setelah malam sebelumnya saya telat, Selasa, 6 April 2010 pagi, saya telat lagi. Dan ketinggalan Prameks lagi šŸ˜ Parahnya, pas saya sampai di St. Lempuyangan, pas Sang Prameks Kuning lepas landas dan menuju ke timur. Padahal saat itu masih sekitar 06.41 lebih 1-2 menit. Kali ini, saya telat gara-gara sarapan dulu šŸ˜• Dan seperti saya bilang sebelumnya,

Kalau saya datang tepat waktu, bahkan lebih awal, Prameks biasanya seringnya telat. Tapi sekalinya saya telat, bahkan mungkin hanya 1-2 menit, eh Prameks-nya malah tepat. Memang begini nasib bergantung pada transportasi umum.

Dengan sedikit ragu-ragu, saya pun memutuskan untuk ke St. Yogyakarta. Seingat saya masih ada KA Sancaka jam 07.15. Tapi entah masih ada atau tidak. Atau mungkin sudah berubah jadwalnya. Karena saya belum pernah naik dengan sengaja. (Kalau “tidak sengaja” sih pernah. Ketika Prameks mengalami gangguan teknis, KA Sancaka, yang sebenarnya tidak berhenti di St. Lempuyangan, kadang diberhentikan untuk mengangkut penumpang Prameks yang terlantar.) Pokoknya yang penting saya meluncur ke St. Tugu dulu.

***

Sampai di St. Tugu, ternyata jadwal KA Sancaka masih sama, 07.15. Saya bisa sedikit menarik napas lega. Meski masih deg-degan juga, gimana kalau nanti ternyata tidak boleh nebeng Sancaka, terus saya disuruh turun, terus … … Ah, gak mungkin ah, kemungkinan terburuk paling saya disuruh bayar di atas kereta. Tapi tiket Jogja-Surabaya berapa, ya? šŸ˜Æ Ah sudah, cuek aja, masa sih gak boleh? Sepuluh menit sebelum keberangkatan, terdengar panggilan untuk penumpang KA Sancaka. Saya pun masuk ke peron dan bersiap menuju Jalur 2.

Dan…… ternyata…… begitu masuk ke dalam, saya langsung ketemu dengan salah seorang Pramekers šŸ˜† Sebelumnya, dengan rekan ini, saya tidak begitu kenal dekat. Paling kalau berpapasan, hanya sekedar bertukar sapa. Tapi saat itu, saya jadi tidak ragu lagi naik KA Sancaka, karena ada temannya 8) Dan sepanjang perjalanan kami malah asyik ngobrol dan berbagi cerita. Saya juga dapat informasi berharga. Jika suatu saat saya kemalaman, ternyata masih ada KA Lodaya yang diberangkatkan dari St. Balapan pukul 20.30. Intinya, pagi hari itu, saya lagi-lagi telat. Tapi saya jadi lebih dekat dengan seorang teman šŸ˜€

***

Moral cerita hari ini adalah:

  1. Kalau pagi hari ketinggalan Prameks 06.41, masih ada KA Sancaka 07.15 (dari St. Yogyakarta)
  2. Lain kali jangan makan pagi di Jogja. Mending sarapan di Solo aja šŸ˜®
  3. Di saat kita menghadapi kesulitan, selalu ada Seorang yang tidak pernah meninggalkan kita. Dan selalu siap dengan pertolongan-Nya šŸ˜‰

Published by Eric Gunawan

Happiness Engineer. WordPress Ambassador. Remote Worker. Soccer News Follower. Movie Lover. Proud Father. Lucky Husband.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: