Tapi Tak Begini…

Benar ku mencintaimu
Tapi tak begini

Sebut saja namanya Pemuda. Dia jatuh cinta kepada seorang gadis yang bernama Gadis. Dia merasa Gadis adalah gadis yang dia idam-idamkan selama ini. Meski Gadis berasal dari kampung, Pemuda tidak peduli dengan komentar teman-temannya. Cinta tak bertepuk sebelah tangan. Gadis pun menerima cinta yang dinyatakan Pemuda. Mereka pun hidup bahagia … (sampai selamanya?)

Gadis memiliki seorang Bapak, yang juga bersikap baik pada Pemuda. Awalnya, Pemuda sangat menghormati Bapak, bahkan mengaguminya. Tak jarang Pemuda ditegur oleh Bapak, bila bersikap kurang baik terhadap Gadis. Tapi Pemuda menerima semua itu dan belajar untuk memperbaikinya. Di rumah Bapak, ada sebuah kebun yang memiliki banyak pohon yang bernama Pohon. Bapak mengizinkan Pemuda untuk mengambil daun-daun dari Pohon. Daun-daun ini digunakan oleh Pemuda untuk membuat obat-obatan. Obat yang dipakainya untuk merawat Ayahnya yang sakit-sakitan. Pemuda sangat bahagia menjalani kehidupannya. Gadis yang dicintainya, Bapak yang dihormatinya, dan Pohon yang bermanfaat baginya.

Belakangan, sikap Bapak berubah. Ia mulai menuntut lebih banyak dari Pemuda. Bapak memperbolehkan Pemuda menemui Gadis, tapi dipenuhi dengan berbagai persyaratan yang memberatkan. Lama-kelamaan, Pemuda pun mulai kehilangan rasa hormat pada Bapak. Gadis sendiri tak dapat berbuat banyak. Ia masih ingin dicintai oleh Pemuda. Tapi Gadis sendiri tak berdaya meminta keringanan dari Bapak. Sebaliknya, Pemuda pun masih sangat mencintai Gadis. Tapi tak jarang, Pemuda lelah menghadapi Bapak. Pemuda mencoba berpaling dari Gadis. Tapi Bapak memperingatkan, kalau Pemuda meninggalkan Gadis, maka Pemuda tak lagi boleh menyambangi rumahnya. Apalagi mengambil daun-daun dari Pohon. Pemuda bingung, ia sendiri tak rela meninggalkan Gadis. Dan di tempat lain, belum tentu dia bisa menemukan Pohon. Apalagi dalam jumlah yang banyak, yang bisa ia ambil setiap waktu.

Belum lagi, Pemuda memiliki Adik yang mempunyai impian yang terpendam. Adik ingin berlayar mengarungi samudra yang luas membentang. Mengunjungi pulau-pulau dan benua-benua yang ada di luar sana. Pemuda sangat menyayangi Adik. Cintanya sebanding dengan cintanya terhadap Gadis. Dia ingin bisa memenuhi impian Adik. Untuk itu, paling tidak dia memerlukan sebuah kapal bagi Adik. Dan lagi-lagi, Pemuda bergantung kepada Pohon yang ada di kebun Gadis. Kayu-kayu dari Pohon merupakan kayu-kayu pilihan. Dan kayu inilah yang digunakan Pemuda untuk membuatkan kapal bagi Adiknya tersayang.

Belum cukup semua dilema itu dihadapi Pemuda, hadirlah seorang Ibu dalam keluarga Gadis. Ibu baru ini sebetulnya tidak terlalu memahami Gadis. Tapi Ibu sangat pintar mengambil hati Bapak. Gadis tampak tak peduli dengan semua itu. Masalahnya, Ibu juga ikut bersikap sangat protektif terhadap Gadis. Dan karena Bapak sangat puas dengan pelayanan Ibu, maka pengelolaan kebun Pohon pun ikut diserahkan kepada Ibu. Pemuda pun makin tak berkutik. Ibu semakin menuntut Pemuda dengan berbagai syarat tambahan, jika ia ingin menemui Gadis. Selain itu, sejak kehadiran Ibu, setiap pengambilan daun, kayu atau bahkan sepotong kecil ranting dari Pohon pun, semua harus dalam pengawasannya. Pemuda makin tak nyaman dengan semua keadaan ini.

Akhir-akhir ini Pemuda sering dibayang-bayangi dengan berbagai pertanyaan dalam benaknya. Haruskah ia melanjutkan cintanya dengan Gadis? Sanggupkah ia bertahan dengan secuil cinta yang masih ada di hatinya? Jika akhirnya ia meninggalkan Gadis, sanggupkah Gadis itu bertahan? Pemuda tak dapat membawa lari Gadis dari rumahnya. Jika ia melakukannya, pastilah Gadis itu akan mati. Karena Bapak dan Ibulah kunci kehidupan si Gadis. Keluarga Pemuda sendiri pun bergantung pada Gadis secara tak langsung. Hidup Ayah dan Adik di ambang ketidakpastian, jika Pemuda meninggalkan Gadis dan segala kepunyaannya. Di sisi lain, Pemuda makin tidak tahan dengan perlakuan Bapak dan Ibu dari hari ke hari. Apakah ia harus membuang perasaannya sendiri demi kepentingan orang-orang yang ia kasihi yang ada di sekitarnya?

***

Happy Late Valentine. Bisakah Anda membantu Pemuda memecahkan kegalauan dalam hatinya?

Published by Eric Gunawan

Happiness Engineer. WordPress Ambassador. Remote Worker. Soccer News Follower. Movie Lover. Proud Father. Lucky Husband.

2 thoughts on “Tapi Tak Begini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: